AeroStellar

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home

Kompatibilitas dengan karakteristik angin di Indonesia

Letak geografis Indonesia sebagai negara tropis yang berada di garis khatulistiwa menyebabkan karakteristik angin di Indonesia sangat berbeda dengan karakteristik angin di negara-negara maju yang sudah banyak memanfaatkan tenaga angin sebagai pemasok energi listrik alternatifnya.

Beberapa karakteristik angin di Indonesia, antara lain :

  1. Arah angin yang sering berubah-ubah
  2. Sering terjadi turbulensi
  3. Kecepatan rata-rata angin yang relatif rendah

Arah angin yang sering berubah-ubah

Rotor turbin angin tipe horizontal (HAWT) harus selalu berhadapan dengan datangnya angin, arah angin yang sering berubah-ubah akan mengganggu kesinambungan kerja turbin angin tipe ini sehingga diperlukan perangkat yaw controller yang cukup rumit.

Sebaliknya, turbin angin tipe vertikal (VAWT) sama sekali tidak terganggu oleh arah angin yang berubah-ubah karena rotornya bisa menerima angin dari arah 360 derajat.

Pada gambar terlihat bahwa dari arah manapun datangnya angin akan mampu menggerakkan rotor dari AEROSTELLAR.

Sering terjadi turbulensi

Pada turbin angin tipe horizontal, turbulensi angin yang terus menerus akan menyebabkan kelelahan material (fatigue) dan konstruksi turbin itu sendiri yang pada akhirnya akan menyebabkan kerusakan permanen. Pada turbin angin tipe sumbu vertikal (VAWT) seperti AEROSTELLAR turbulensi angin tidak mengganggu kinerjanya. Bahkan dalam beberapa kasus turbulensi angin ini dapat dimanfaatkan untuk mempercepat putaran rotor sehingga didapat energi listrik yang lebih besar.

Kecepatan rata-rata angin di Indonesia yang relatif rendah

Turbin angin tipe sumbu vertikal (VAWT) seperti AEROSTELLAR dapat mulai menghasilkan energi listrik pada kecepatan angin kurang dari 2 meter/detik, jauh lebih rendah daripada kecepatan angin yang diperlukan oleh turbin angin tipe horizontal untuk mulai menghasilkan energi listrik.

Desain aerodinamika bilah-bilah rotor (rotor blades / aero fins) AEROSTELLAR didasarkan pada kombinasi konsep desain lift-type dengan semidrag-type sekaligus.

Desain aerodinamika semidrag-type berfungsi untuk memberikan torsi awal pada rotor untuk mulai berputar walaupun kecepatan angin sangat rendah. Apabila rotor sudah mulai berputar, maka desain aerodinamika lift-type pada bilah rotor akan mempercepat putaran rotor bahkan lebih cepat dari kecepatan angin itu sendiri.

Kecepatan putaran rotor yang dihasilkan sudah cukup memadai untuk generator mulai menghasilkan listrik sehingga tidak diperlukan lagi gearbox untuk mempercepat putaran generator yang sekaligus akan menaikkan tingkat efisiensi turbin angin AEROSTELLAR.

[ Kesederhanaan konstruksi dan kemudahan dalam pemeliharaan ]